Fisika Tak Sekadar Rumus! Dosen Pendidikan Fisika UNM Hadirkan Workshop Eksperimen Kreatif di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf Gowa - HMJ Fisika FMIPA UNM

HMJ Fisika FMIPA UNM

Di kelola oleh Bidang Hubungan Masyarakat HMJ Fisika FMIPA UNM Periode 2025-2026

Kamis, 05 November 2026

Fisika Tak Sekadar Rumus! Dosen Pendidikan Fisika UNM Hadirkan Workshop Eksperimen Kreatif di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf Gowa

 

himafi-unm.org— Fisika tidak selalu identik dengan rumus, angka, dan perhitungan yang rumit. Melalui eksperimen sederhana, konsep-konsep fisika dapat dipelajari secara lebih menarik, konkret, dan menyenangkan. Semangat inilah yang dihadirkan oleh tim dosen Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Makassar (UNM), melalui kegiatan Workshop Fisika Kreatif Berbasis Eksperimen Sederhana di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Kabupaten Gowa.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang didanai melalui PNBP FMIPA UNM Tahun 2026 ini bertujuan mendorong minat belajar fisika siswa melalui pengalaman belajar langsung. Pembelajaran dirancang secara partisipatif dengan melibatkan siswa dalam mengamati fenomena, melakukan percobaan, mendiskusikan hasil, hingga mengomunikasikan temuan mereka.

Tim pengabdian diketuai oleh Ria Rezki Hamzah, S.Pd., M.Pd., dengan anggota Nurhilaliyah, S.Ag., M.Ag., Dr. Husain, S.Si., M.Pd., dan Nurul Muthmainnah Herman, S.Pd., M.Pd. Kegiatan ini turut melibatkan mahasiswa Pendidikan Fisika UNM yang berperan mendampingi siswa selama proses eksperimen.

Belajar Fisika Melalui Pengalaman Langsung

Workshop diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah dan guru fisika untuk mempersiapkan pelaksanaan kegiatan, peserta, serta sarana pendukung. Siswa kemudian mengikuti demonstrasi interaktif yang memperkenalkan berbagai fenomena fisika melalui alat dan bahan sederhana yang mudah diperoleh.

Tidak berhenti pada demonstrasi, siswa juga terlibat langsung dalam eksperimen secara berkelompok dengan menggunakan Lembar Kerja Murid (LKM) sebagai panduan. Mereka melakukan pengamatan, mencatat hasil percobaan, serta menghubungkan temuan dengan konsep fisika yang dipelajari di sekolah.

Melalui pendekatan ini, siswa memperoleh kesempatan untuk mengalami sendiri proses belajar sains. Mereka tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga belajar melalui pengamatan, eksplorasi, diskusi, dan penalaran.

Setelah eksperimen, setiap kelompok mempresentasikan hasil pengamatan dan menyampaikan kesimpulan. Tim pengabdian memberikan penguatan konsep serta meluruskan pemahaman yang belum tepat. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi ilmiah, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa.

Minat Belajar Siswa Mencapai 90,10 Persen

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah respons positif siswa terhadap pembelajaran fisika berbasis eksperimen sederhana.

Berdasarkan hasil evaluasi melalui angket terhadap 24 siswa setelah mengikuti workshop, diperoleh skor rata-rata minat belajar sebesar 36,04 dari skor maksimum 40, atau setara dengan 90,10 persen. Berdasarkan kriteria angket yang digunakan, capaian tersebut berada dalam kategori sangat tinggi.

Hasil evaluasi ini sejalan dengan pengamatan tim selama kegiatan. Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti demonstrasi, melakukan percobaan secara berkelompok, berdiskusi, dan mempresentasikan hasil eksperimen.

Temuan tersebut memberikan gambaran bahwa pengalaman belajar yang melibatkan siswa secara langsung dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan pembelajaran fisika yang lebih interaktif. Melalui eksperimen, siswa dapat melihat bahwa konsep fisika bukan sekadar teori dalam buku, melainkan bagian dari fenomena yang dapat diamati dan dieksplorasi dalam kehidupan sehari-hari.

Eksperimen Sederhana sebagai Alternatif Pembelajaran

Salah satu keunggulan workshop ini adalah pemanfaatan perangkat eksperimen sederhana yang dirancang agar aman, ekonomis, mudah diperoleh, dan dapat direplikasi oleh guru.

Pendekatan tersebut menjadi alternatif bagi sekolah yang menghadapi keterbatasan peralatan atau fasilitas laboratorium. Dengan kreativitas dalam merancang kegiatan praktikum, pembelajaran berbasis eksperimen tetap dapat diupayakan tanpa harus selalu bergantung pada laboratorium khusus.

Selain memberikan pengalaman belajar kepada siswa, kegiatan ini juga menghasilkan paket eksperimen sederhana dan LKM yang dapat dimanfaatkan sebagai perangkat pendukung pembelajaran fisika di sekolah. Guru memperoleh pengalaman mengenai alternatif pelaksanaan eksperimen yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan pembelajaran.

Keberadaan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program, sehingga eksperimen sederhana tidak hanya dilaksanakan saat workshop, tetapi juga berpotensi diterapkan secara mandiri dalam pembelajaran rutin.

Memperkuat Kolaborasi Kampus dan Sekolah

Pelaksanaan workshop menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan inovasi pembelajaran. Pihak SMA Insan Cendekia Syech Yusuf berperan dalam penyediaan peserta, tempat, dan koordinasi teknis, sementara guru fisika turut mendampingi pelaksanaan kegiatan bersama tim pengabdian dan mahasiswa.

Kolaborasi ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan antara dosen, mahasiswa, guru, dan siswa. Bagi mahasiswa yang terlibat, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman pendampingan pembelajaran secara langsung di lingkungan sekolah.

Ke depan, pemanfaatan paket eksperimen dan LKM, komunikasi lanjutan dengan guru mitra, serta penyebarluasan dokumentasi kegiatan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program. Praktik baik yang dihasilkan diharapkan dapat menginspirasi guru dan sekolah lain untuk mengembangkan pembelajaran fisika yang lebih kreatif, kontekstual, dan partisipatif.

Melalui Workshop Fisika Kreatif Berbasis Eksperimen Sederhana, tim Pendidikan Fisika UNM menegaskan bahwa pembelajaran sains dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Dengan memberikan ruang bagi siswa untuk bertanya, mencoba, mengamati, dan menemukan, fisika diharapkan tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang hanya berisi rumus, tetapi sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan menarik untuk dipelajari.

 'Tekan' untuk akses lebih lanjut jurnalnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar