ASM 2026: Dari Fisika untuk Masyarakat, Menginspirasi dan Mengaplikasikan Ilmu di Desa Palajau - HMJ Fisika FMIPA UNM

HMJ Fisika FMIPA UNM

Di kelola oleh Bidang Hubungan Masyarakat HMJ Fisika FMIPA UNM Periode 2025-2026

Kamis, 06 Agustus 2026

ASM 2026: Dari Fisika untuk Masyarakat, Menginspirasi dan Mengaplikasikan Ilmu di Desa Palajau

 

himafi-unm.org -Aplikasi Studi Mahasiswa (ASM) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengusung semangat “Dari Fisika untuk Masyarakat.” Kegiatan ini hadir sebagai wadah untuk menguatkan intelektualitas, spiritualitas, serta kolaborasi mahasiswa melalui penerapan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat.

Kegiatan ASM dilaksanakan selama 7 hari di Desa Palajau, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, tepatnya pada tanggal 18-25 dengan menghadirkan enam paket kegiatan yang dirancang untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu fisika secara nyata

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya ingin mengajarkan ilmu, tetapi juga menginspirasi, mengeksplorasi, dan mengaplikasikan fisika sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah Praktikum Fisika. Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman konsep fisika melalui eksperimen dan observasi secara langsung. Peserta tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga diajak untuk melakukan percobaan, mengamati fenomena, serta memahami bagaimana konsep fisika bekerja dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat dari cara mereka berinteraksi selama kegiatan. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa kegiatan praktikum memberikan suasana belajar yang berbeda.

“Pernah. Bedanya, kalau misalkan tidak mengerti, kami bisa bertanya. Tidak seperti ketika bertanya kepada guru yang terkadang ada rasa takut. Kakak-kakak juga menjelaskan secara detail supaya cepat dimengerti.”

Hal tersebut menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif dan komunikatif dapat menciptakan ruang yang membuat peserta lebih berani bertanya dan terlibat dalam proses pembelajaran.

ASM juga menghadirkan Pelatihan IT bagi siswa SMA. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar peserta dalam menggunakan teknologi, khususnya Microsoft Word, Microsoft Excel, dan desain grafis.

Selain membekali peserta dengan kemampuan teknis, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan di bidang teknologi dan desain secara lebih luas sesuai dengan kebutuhan pendidikan maupun dunia kerja.

Salah satu kegiatan yang mendapat antusiasme tinggi dari anak-anak Desa Palajau adalah Sekolah Alam. Kegiatan ini mengajak anak-anak untuk belajar di ruang terbuka melalui permainan edukatif, eksperimen sederhana, dan aktivitas kreatif.

Antusiasme tersebut bahkan melampaui perkiraan awal panitia. Pada tahap pendaftaran, tercatat sekitar 28 anak yang mengisi formulir dan menyatakan ketertarikannya untuk mengikuti Sekolah Alam. Namun, ketika kegiatan berlangsung, jumlah anak yang hadir dan ingin berpartisipasi terus bertambah.

Keceriaan anak-anak menjadi salah satu gambaran keberhasilan kegiatan ini. Saat diajak membuat kincir angin sederhana di lapangan, mereka dengan antusias menjawab:

“Seru! Nanti mau buat yang lebih besar lagi.”

Respons sederhana tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas anak.

Selain Sekolah Alam, mahasiswa juga menghadirkan lomba tradisional sebagai bagian dari rangkaian kegiatan. Permainan tradisional menjadi sarana untuk membangun kebersamaan, sportivitas, dan interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat.

ASM juga memperkenalkan pemanfaatan limbah melalui kegiatan eco-briquette atau pengolahan limbah menjadi briket yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa limbah yang selama ini hanya dibakar atau dibuang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih berguna. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan tersebut juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Salah seorang masyarakat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan limbah:

“Biasanya dibakar lalu dibuang saja. Dari kegiatan ini ada informasi dan pengetahuan bahwa limbah masih bisa bermanfaat dan menghasilkan uang, sekaligus lebih hemat.”

Kegiatan ASM mendapat respons positif dari masyarakat Desa Palajau. Kepala Dusun Palajau menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa dan melihat adanya potensi untuk melanjutkan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Saya sangat merespons kegiatan ini. Masyarakat di Palajau juga sangat merespons dan menyambut baik adanya kegiatan ini.”

Ia juga berharap kegiatan seperti ASM dapat menjadi momentum untuk kembali menghidupkan berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat.

“Kalau ini menjadi momentum penting bagi warga Palajau, apa salahnya kalau kita bangkitkan kembali.”

Pernyataan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat terhadap kehadiran mahasiswa dan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Desa Palajau.

Selama tujuh hari pelaksanaan, ASM tidak hanya menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri, tetapi juga menjadi proses belajar bersama antara mahasiswa, anak-anak, siswa, dan masyarakat Desa Palajau.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar