Tuesday, April 21, 2020

Kasus COVID-19 Meningkat, Pihak FMIPA UNM Sediakan Bantuan Sembako untuk Warganya

Senin (20/04/2020) Kemarin telah dilaksanakan pembagian sembako tahap 2 kepada para mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Makassar (UNM) yang masih berada di makassar khusunya di kos masing-masing. Bantuan sembako ini bersumber dari sumbangsih dan partisipasi para dosen dan petinggi-petinggi FMIPA guna membantu mahasiswa yang masih berada di Makassar atau yang masih stay di kos selama masa karantina pandemi Covid-19 ini. 
Hal ini berlangsung dengan 2 tahap, tahap pertama dilaksanakan pada tanggal 8 April sebanyak 16 kantong dan tahap kedua pada tanggal 19 April sebanyak 12 kantong, setiap kantong terdiri dari mie instan, susu kaleng, beras, minyak goreng, dll. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Dekan III dan didampingi oleh Wakil Dekan II kepada masing-masing Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), kemudian pihak Himpunan mendistribusikan kepada mahasiswa jurusannya.

Kegiatan ini mendapatkan banyak apresiasi dan dukungan dari warga FMIPA UNM. Muh. Fatih Amar Fauzan selaku Ketua Bidang II HMJ Fisika FMIPA UNM menyampaikan apresiasinya kepada para dosen “Intinya saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh bapak ibu dosen FMIPA UNM  telah bersama-sama mau bergabung untuk mengeluarkan sedikit rejekinya untuk mahasiswa-mahasiswi FMIPA UNM meskipun bantuannya tidak seberapa tapi untuk mahasiswa MIPA yang masing tetap berada di Makassar  pasti itu sangat membantu sekali...” akunya.

Ketua Umum HMJ Fisika FMIPA UNM, Dian Awaluddin Adam juga ikut menyuarakan pendapatnya “Dimasa-masa saat ini, banyak sekali kesenjangan sosial yg terjadi, terutama dari segi ekonomi dan industri di perusahaan besar di Jawa dan Kalimantan banyak yang di PHK karena turunnya pendapatan. Khusus kita di Sulawesi terutama di Sulawesi Selatan dan Barat, yang sangat membutuhkan uluran/bantuan itu ialah para PUH (Pekerja Upah Harian). Yang dimana mereka harus bekerja demi melanjutkan hidup, tidak seperti PNS dan lain semacamnya. Mereka ada yang bisa di tunggu, sementara yang PUH, mereka harus kerja, karena kalo tidak kerja mereka tidak punya biaya untuk melanjutkan hidup. Makanya penting kiranya para orang-orang yangg memiliki harta lebih, untuk menyisihkan sedikit kepada mereka, seperti tukang becang, bentor, pedagang asongan, dan lain semacamnya yang pastinya mereka termasuk dalam kategori PUH” ungkapnya.

Seiring dengan berkembangnya penyebaran virus Covid-19, sebaiknya kita mengikuti kebijakan Pemerintah untuk tetap di rumah. Setidaknya dengan mengikuti kebijakan itu kita dapat membantu memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini.